Perhitungan Bisnis Air Minum Isi Ulang

Perhitungan Bisnis Air Minum Isi Ulang - Pada perhitungan bisnis kali ini, kita tidak membahas tentang modal, karena yang dibutuhkan untuk bisnis ini sangat bervariasi. Ada yang lebih dari 100 juta, ada yang kurang dari 50 juta bahkan ada yang tanpamodal karena dengan cara kredit.

Kebutuhan modal, tergantung dari jenis, kualitas serta harga yang ditetapkan oleh penyedia/ penjual paket peralatan ini ulang ini. Jadi bisa kita sesuaikan dengan ketersediaan dana serta kebutuhan kita.

Tapi sebagai gambaran nanti kita coba bahas sedikit mengenai peralatan air minum isi ulang ini dilain waktu.  Untuk kali ini kita coba bahas mengenai pendapatan, pengeluaran dan potensi keuntungan dari bisnis ini.

seorang pegawai depo air minum isi ulang sedang mengisi galon
Seorang pegawai depo air minum isi ulang sedang mengisi galon | bogor.antara.news.com

Asumsi :


* Harga pergalon Rp. 3.500
* Harga air pertangki (5.000 liter) Rp. 200.000

* Harga tisu/ tutup botol kira-kira Rp. 160
* Isi 1 tangki (5.000 liter) air = + 250 galon (18 liter/ galon dan mecer-mecer/ tumpah)
* Penjualan perhari 50 galon. (Dibeberapa outlet  air minum isi ulang, rata-rata penjualan perhari mencapai 100 galon lebih).


Pendapatan :


* Rata-rata penjualan perhari 50 galon.
* Penjualan perbulan 50 galon x 30 hari = 1.500 galon = 6 tangki/ bulan.
* Pendapatan perbulan 1.500 x Rp. 3.500,- = Rp. 5.250.000,-


Pengeluaran :


* Pembelian air 6 tangki x Rp. 200.000,- = Rp. 1.200.000
* Gaji karyawan (2 orang) = Rp. 1.600.000
* Pembelian tisu/ tutup botol (1.500 buah) = Rp. 240.000
* Pembelian Cartridge (3 buah) = Rp. 260.000
* Listrik = Rp. 100.000

Total pengeluaran Rp. 3.400.000



Keuntungan bersih perbulan = Rp. 5.250.000 - Rp. 3.400.000 = Rp. 1.850.000,-


Keuntungan bersih diatas dihitung dengan asumsi bahwa bisnis air minum isi ulang tersebut dijalankan oleh 2 orang karyawan. Tidak sedikit yang menjalankan bisnis ini sendiri, dikelola secara mandiri oleh seluruh anggota keluarga secara bergantian, hal itu sangat mungkin jika lokasi outletnya menggunakan salah satu ruangan dirumah sendiri. Jika hal tersebut dilakukan maka asumsi pengeluaran untuk gaji 2 orang karyawan sebesar Rp. 1.600.000,- bisa dihilangkan, sehingga keuntungan bisa meningkat menjadi Rp. 1.850.000,- + Rp. 1.600.000,- = Rp. 3.450.000,-

Keuntungan yang lumayan untuk tambah-tambah belanja atau untuk tambah modal bisnis yang lain.
Penjualan air minum isi ulang, didaerah yang padat penduduk, umumnya bisa mencapai 100 galon perhari. Apalagi jika outlet kita juga menyediakan fasilitas layanan antar, disamping bisa memudahkan pelanggan untuk melakukan pembelian juga akan lebih memperluas jangkauan pasar.
Cukup dengan sms atau telepon, air minum isi ulang bisa dikirim ke alamat pemesan. Tentu sebuah layanan yang cukup menarik bagi pelanggan.

Demikian sekilas mengenai perhitungan bisnis air minum isi ulang. Semoga bermanfaat dan memberi inspirasi bagi kita semua.

Semoga sukses ya Gan...! :D








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Popular Post